Bumi yang Hidup: Membaca Sejarah Panjang Planet Melalui Eon

Sejarah Bumi mencakup sekitar 4,54 miliar tahun dan dibagi menjadi empat eon utama: Hadean, Arkaikum, Proterozoikum, dan Fanerozoikum. Setiap eon menandai fase transformasi penting, mulai dari pembentukan planet hingga munculnya kehidupan kompleks, memperlihatkan bahwa Bumi adalah sistem dinamis yang terus berubah dan berevolusi.

Sejarah Bumi terbentang jauh melampaui batas ingatan manusia. Dengan usia sekitar 4,54 miliar tahun, planet ini menyimpan jejak perubahan yang nyaris mustahil dipahami tanpa kerangka waktu yang jelas.

Untuk itulah para geolog menyusun skala waktu geologi, sebuah sistem kronologi yang membagi sejarah Bumi ke dalam satuan-satuan bertingkat. Melalui skala waktu geologi, para ilmuwan membaca perjalanan ini dalam bab-bab raksasa yang disebut eon. Setiap eon merekam fase penting ketika Bumi berubah—bukan hanya sebagai planet, tetapi sebagai sistem yang bereaksi, menyesuaikan diri, dan berevolusi bersama kehidupan.

Dengan menelusuri eon-eon tersebut, kita akan menemukan satu hal mengejutkan: Bumi tidak sekadar menjadi tempat hidup, tetapi ikut hidup dalam caranya sendiri.

Di antara semua satuan tersebut, eon atau aeon menempati posisi paling atas, sebagai bab terpanjang yang merangkum perubahan fundamental planet dari masa ke masa.

Kata eon berasal dari bahasa Yunani kuno ὁ αἰών (ho aion) yang artinya ratusan tahun. Meskipun demikian, eon dalam konteks skala waktu geologi bukan ratusan tahun, melainkan sangat panjang.

Eon bukan sekadar pembagian waktu berdasarkan angka tahun. Eon mencerminkan fase-fase utama evolusi Bumi, ditandai oleh perubahan besar pada kondisi fisik planet, komposisi atmosfer, serta perkembangan kehidupan. Melalui eon, manusia berusaha membaca sejarah Bumi yang tertulis samar dalam batuan, mineral, dan fosil, seperti menyusun kembali sebuah kisah purba dari fragmen-fragmen yang tersisa.

Pembagian Eon dan Penandanya

Sejarah Bumi dibagi ke dalam empat eon utama, dari yang paling tua hingga yang paling muda, yaitu:

Tiga eon pertama sering disebut secara umum sebagai Prakambrium, Periode Kambrium sendiri menandai awal Eon Fanerozoikum, sehingga semua batuan yang terbentuk sebelum masa ini dianggap berumur Prakambrium.

sumber gambar: https://www.digitalatlasofancientlife.org/learn/geological-time/geological-time-scale/

Kita hidup pada Eon Fanerozoikum, yang berarti “kehidupan yang tampak jelas”. Disebut demikian karena pada masa inilah kehidupan berkembang pesat dan meninggalkan banyak fosil yang mudah dikenali. Fosil-fosil ini membantu ilmuwan memahami bentuk dan perkembangan kehidupan di masa lalu.

Sebagai eon yang paling muda, batuan Fanerozoikum juga banyak ditemukan di permukaan Bumi. Hal ini sesuai dengan prinsip geologi yang menyatakan bahwa lapisan batuan yang lebih muda biasanya berada di atas lapisan yang lebih tua. Karena fosilnya melimpah dan batunya mudah dijangkau, sebagian besar penelitian geologi dan paleontologi berfokus pada Eon Fanerozoikum.

Yuk sekarang kita menyusuri lini masa eon dari yang paling tua.

Kalpatara
Kalpatara
Articles: 42