Bumi Krisis: Menuju Hothouse Earth

Para ilmuwan memperingatkan bahwa sistem iklim Bumi saat ini bisa berada di ambang transisi yang jauh lebih serius daripada yang diperkirakan sebelumnya. Dari kondisi greenhouse yang hangat menuju keadaan hothouse Earth yang ekstrem dan mungkin tak terbalikkan.

Laporan baru dari jurnal ilmiah One Earth, yang dibahas dalam artikel editorial di basis data Eos.org, menunjukkan bahwa ketidakpastian dalam proyeksi iklim global bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan. Ketidakpastian ini justru menandakan bahwa beberapa komponen penting dalam sistem Bumi — yang dikenal sebagai tipping elements atau elemen-elemen sistem yang kerap berada dekat ambang kritis — bisa mencapai titik di mana perubahan menjadi luas, cepat, dan tak dapat dibatalkan.

Apa itu HotHouse Earth?

Istilah hothouse Earth menggambarkan kondisi di mana planet ini mengalami suhu rata-rata global yang jauh lebih tinggi daripada masa prapraindustri (lebih dari 4–5°C), dengan permukaan laut ribuan tahun mendatang meningkat puluhan meter dibanding saat ini.

Kondisi ini bukan sekadar suhu naik sementara; melainkan perubahan jangka panjang yang terus dipertahankan oleh umpan balik internal dalam sistem Bumi sendiri, seperti pelepasan karbon dari lapisan permafrost dan berhentinya penyimpanan karbon oleh hutan dan lautan.

Para ilmuwan telah sebelumnya memodifikasi istilah ini dalam kajian paleoklimatologi untuk menggambarkan masa Bumi di mana suhu sangat tinggi, jauh lebih hangat dari kondisi saat ini — contohnya zaman greenhouse di masa Eosen, puluhan juta tahun lalu, ketika CO₂ di atmosfer mencapai angka ribuan bagian per juta.

Tipping Point dan Risiko Domino

Kekhawatiran utama para ahli adalah bahwa sejumlah tipping point — titik ambang yang memicu perubahan besar dan sering tak bisa kembali — mungkin sedang mendekati titik kritis. Beberapa di antaranya termasuk:

  • Mencairnya es di Greenland dan Antartika bagian barat, yang mempercepat kenaikan permukaan laut
  • Permafrost yang mencair, yang melepaskan metana dan CO₂ tambahan ke atmosfer.
  • Hutan Amazon yang mengalami kerusakan parah, kehilangan kemampuan menyimpan karbon.
  • Deregulasi sirkulasi arus laut utama, seperti Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC), yang sangat memengaruhi iklim global.

Semua elemen ini saling terkait, menciptakan risiko efek domino: satu titik ambruk bisa memicu peristiwa lain, mempercepat perubahan iklim secara keseluruhan.

Catatan Sejarah Iklim Bumi

Transisi iklim bukanlah hal baru dalam sejarah geologi Bumi. Selama periode jutaan tahun, Bumi telah melalui fase greenhouse — kondisi hangat tanpa es kutub — dan fase icehouse dengan lapisan es besar di kutub. Apa yang sekarang diperingatkan ilmuwan adalah bahwa kita mungkin memicu kembali transisi ekstrem tersebut dalam waktu yang sangat cepat dibanding siklus alami geologis sebelumnya.

Ancaman hothouse Earth bukan sekadar istilah ilmiah kompleks. Ini adalah panggilan untuk bertindak. Risiko ambruknya elemen-elemen iklim utama berarti bahwa waktu untuk memperlambat perubahan iklim secara substansial semakin sempit. Tanpa tindakan cepat dan kolaborasi skala global, planet ini bisa memasuki fase pemanasan ekstrim yang berdampak besar bagi kehidupan manusia, ekosistem, dan sistem ekonomi di seluruh dunia.

Kalpatara
Kalpatara
Articles: 49