Bumi yang Hidup: Membaca Sejarah Panjang Planet Melalui Eon

Sejarah Bumi mencakup sekitar 4,54 miliar tahun dan dibagi menjadi empat eon utama: Hadean, Arkaikum, Proterozoikum, dan Fanerozoikum. Setiap eon menandai fase transformasi penting, mulai dari pembentukan planet hingga munculnya kehidupan kompleks, memperlihatkan bahwa Bumi adalah sistem dinamis yang terus berubah dan berevolusi.

Hadean

Hadean adalah eon paling awal dalam sejarah Bumi, masa ketika planet ini belum menjadi rumah bagi apa pun yang hidup. Sekitar 4,54 miliar tahun lalu, Bumi baru saja terbentuk dari sisa-sisa debu dan gas yang mengitari Matahari muda. Energi dari tumbukan, peluruhan radioaktif, dan pemampatan internal membuat permukaannya berada dalam kondisi yang nyaris sepenuhnya cair. Lautan magma membentang luas, sementara langit dipenuhi material kosmik yang terus menghantam tanpa henti.

Nama Hadean diambil dari Hades, dunia bawah dalam mitologi Yunani. Nama ini merupakan sebuah metafora yang mencerminkan keadaan Bumi pada masa itu. Lingkungannya ekstrem, panas, dan tidak stabil. Meteorit dan asteroid kerap jatuh, meninggalkan kawah-kawah besar dan melepaskan energi dahsyat. Tidak ada atmosfer seperti yang kita kenal sekarang, dan jika pun ada air, ia hanya bertahan sebentar sebelum menguap kembali akibat suhu yang sangat tinggi.

Di balik kondisi yang tampak tak bersahabat itu, fondasi Bumi perlahan mulai terbentuk. Ketika suhu menurun, sebagian magma membeku dan membentuk kerak awal. Gas-gas yang dilepaskan dari aktivitas vulkanik berkontribusi pada terbentuknya atmosfer purba. Uap air yang terus dilepaskan lambat laun mendingin dan mengembun, memungkinkan cikal bakal samudra muncul di permukaan planet.

Jejak Samar Hadean

Jejak Hadean sangat sulit ditemukan karena sebagian besar batuannya telah dihancurkan atau didaur ulang oleh proses geologi selama miliaran tahun. Namun, para ahli di tahun 2014 menemukan kristal zirkon tua yang ditemukan di Australia menjadi bukti air cair mungkin sudah ada di Bumi bahkan pada masa yang sangat awal ini. Temuan tersebut mengubah pandangan ilmuwan tentang Hadean, dari masa yang sepenuhnya “neraka” menjadi fase transisi yang lebih kompleks dan dinamis.

Hadean adalah masa ketika Bumi belum sepenuhnya “jadi”. Ia masih dalam proses membentuk dirinya sendiri. Dengan menata lapisan dalam, membangun permukaan, dan menyiapkan kondisi awal yang kelak memungkinkan kehidupan muncul. Meski tidak meninggalkan fosil atau catatan kehidupan, Hadean memegang peran krusial dalam sejarah panjang planet ini. Tanpa fase awal yang keras dan penuh gejolak ini, Arkaikum dan eon-eon berikutnya tidak akan pernah terjadi.

Dalam narasi besar sejarah Bumi, Hadean adalah bab pembuka yang sunyi tetapi menyala-nyala. Tidak ada kehidupan yang dicatat hingga kini, tidak ada jejak yang mudah dibaca. Namun justru di sanalah cerita Bumi dimulai.

Kalpatara
Kalpatara
Articles: 42