Bumi yang Hidup: Membaca Sejarah Panjang Planet Melalui Eon

Sejarah Bumi mencakup sekitar 4,54 miliar tahun dan dibagi menjadi empat eon utama: Hadean, Arkaikum, Proterozoikum, dan Fanerozoikum. Setiap eon menandai fase transformasi penting, mulai dari pembentukan planet hingga munculnya kehidupan kompleks, memperlihatkan bahwa Bumi adalah sistem dinamis yang terus berubah dan berevolusi.

Arkaikum

Setelah kekacauan panjang pada masa Hadean, Bumi perlahan memasuki fase yang lebih tenang. Inilah Eon Arkaikum, yang berlangsung sekitar 4 miliar hingga 2,5 miliar tahun lalu. Pada masa ini, planet yang sebelumnya didominasi api dan tumbukan kosmik mulai menunjukkan tanda-tanda kestabilan. Permukaannya tidak lagi sepenuhnya cair. Kerak Bumi mengeras, samudra terbentuk secara permanen, dan daratan purba mulai muncul meski masih kecil dan terpisah-pisah.

Arkaikum adalah eon ketika kehidupan pertama kali hadir di Bumi. Di dalam samudra yang hangat dan kaya mineral, organisme bersel satu muncul dan berkembang. Mereka sangat sederhana, jauh dari bentuk kehidupan kompleks yang kita kenal sekarang. Tidak ada tumbuhan, tidak ada hewan, bahkan tidak ada oksigen bebas di atmosfer. Kehidupan Arkaikum hidup dalam dunia yang asing bagi manusia modern, lingkungan tanpa udara yang bisa dihirup, dengan kimia laut yang terus berubah.

Sebagian organisme Arkaikum memiliki kemampuan luar biasa: mereka dapat menangkap energi Matahari melalui fotosintesis. Namun, fotosintesis awal ini belum langsung mengubah atmosfer. Oksigen yang dihasilkan justru bereaksi dengan besi dan mineral lain di laut, mengendap sebagai lapisan batuan yang kini dikenal sebagai banded iron formations. Proses ini berlangsung sangat lama, seolah Bumi sedang “membersihkan” dirinya sebelum benar-benar menerima oksigen sebagai bagian dari atmosfer.

Jejak Arkaikum Ditengarai

Meski tampak sunyi dan monoton, Arkaikum adalah masa yang sangat menentukan. Kehidupan sederhana yang muncul saat itu mulai berinteraksi dengan lingkungan, mengubah komposisi laut dan perlahan memengaruhi sistem planet secara keseluruhan. Untuk pertama kalinya, kehidupan bukan sekadar penumpang di Bumi, melainkan menjadi bagian dari proses geologis itu sendiri.

Jejak Arkaikum masih bisa ditemukan hingga kini, terutama pada batuan tertua di beberapa bagian dunia. Batuan-batuan ini menjadi saksi bahwa kehidupan telah hadir di Bumi jauh lebih awal daripada yang pernah dibayangkan sebelumnya. Mereka menyimpan cerita tentang planet muda yang belajar menyeimbangkan diri, dan tentang kehidupan yang bertahan dalam kondisi yang tampaknya nyaris mustahil.

Jika Hadean adalah masa kelahiran Bumi, maka Arkaikum adalah masa awal pertumbuhannya, saat kehidupan pertama kali muncul, dalam bentuk sederhana, namun dengan dampak yang kelak mengubah arah sejarah planet ini untuk selamanya.

Kalpatara
Kalpatara
Articles: 42