Kisah Dibalik Perjalanan Manusia Keliling Dunia Pertama Kalinya

Adalah Ekspedisi Magellan-Elcano yang dinyatakan sebagai circumnavigation atau perjalanan kelilling dunia pertama dalam sejarah manusia. Ekspedisi Magellan bukan sebuah ide mendadak. Gagasan mengarungi samudera bukan tiba-tiba muncul, seperti kita yang spontan ingin healing, menata backpack lagi pergi. Ada rangkaian peristiwa yang terjadi dan mendorong angin darat membawa kapal-kapal berlayar menempuh samudera.

Perjalanan Magellan tidak hanya sebagai sebuah catatan pertama kalinya manusia menjelajah samudera mengelilingi dunia, melainkan juga menjadi sebuah tonggak perubahan zaman. Setelahnya, dunia tidak pernah sama lagi.

Sekarang kita kembali ketika pertama kalinya Magellan melepas sauh. Dari sini, kita akan ungkap kisah dibalik perjalanan yang fantastis itu.

Bumi yang Dibagi Dua

Nama asli Magellan dalam bahasa Portugal adalah Fernão de Magalhães. Lahir dari Rui de Magalhães and Alda de Mesquita, anggota bangsawan Portugis. Ayahnya bertugas sebagai sheriff di pelabuhan Aveiro. Ia tumbuh di era antusiasme Eropa akan pencarian dunia baru. Ia mendengar dan belajar tentang perjalanan Christoper Columbus yang menemukan Benua Amerika.

Magellan masih berusia 14 tahun ketika dua kekuatan maritim besar saat itu, Spanyol dan Portugis mengesahkan Perjanjian Tordesilas pada 1494. Sebuah perjanjian yang lahir dari persaingan klaim dunia baru yang ditemukan melalui pelayaran, yang kemudian semena-mena membagi bumi menjadi dua bagian. Spanyol di bagian Barat dan Portugis di bagian Timur.

Bisa dibayangkan, di saat itu, baik Spanyol maupun Portugal bahkan belum pernah melihat seluruh daratan Bumi, tetapi telah menetapkan perjanjian, daratan manapun yang ditemukan di bagian Barat adalah milik Spanyol. Demikian pula sebaliknya, di bagian Timur menjadi milik Portugis.

Gold, Glory and Gospel

Perjanjian Tordesillas lahir dalam suasana ketegangan tinggi antara Spanyol dan Portugis. Dunia yang baru mulai dikenal diperlakukan sebagai ruang yang dapat dibagi di atas peta. Setiap garis yang ditarik bukan sekadar batas geografis, melainkan penentu kekuasaan, kekayaan, dan masa depan dua imperium maritim terbesar pada masanya.

Ada sebuah semangat yang berkobar diantara bangsa-bangsa Eropa saat itu. Di bawah panji-panji Gold, Glory and Gospel, perjanjian Tordesillas dan perjalanan keliling dunia pertama tidak dapat dilepaskan dari motif ini, yang mendorong bangsa-bangsa Eropa untuk menjelajah, menguasai, dan membenarkan ekspansi mereka ke berbagai belahan dunia.

Magellan, di bawah situasi kontestasi pengusaan dan hasrat menjelajah laut, terbit pula keinginan ikut dalam pelayaran sejak muda. Baru pada usia 25 tahun, Magellan diizinkan oleh Raja Portugis berangkat dari Afrika Timur dan India dalam sebuah armada Portugis untuk membantu mengambil alih perdagangan rempah dari para saudagar Arab (Moor). Setelah itu, ia berlayar lebih jauh ke timur ke Malaka bersama ekspedisi lainnya di bawah pimpinan Afonso de Albuquerque pada 1511 M.

Pencarian Negeri Rempah

Bagi masyarakat Eropa, rempah-rempah bukan sekadar bumbu masakan. Rempah digunakan sebagai pengawet makanan, obat-obatan, parfum, dan simbol status sosial. Nilai ekonominya sangat tinggi, bahkan kerap disetarakan dengan emas. Namun, jalur perdagangan rempah yang selama berabad-abad melewati Timur Tengah menjadi mahal dan terbatas setelah dikuasai oleh Turki Utsmani.

Kondisi ini mendorong bangsa Eropa untuk mencari jalur laut langsung ke sumber rempah-rempah, tanpa perantara pedagang Arab dan Venesia.

Magellan dengan pengalamannya di Malaka dan ide-ide Eropa akan pencarian negeri rempah terus menggaung dalam kepala Magellan. Ia ingin seperti Columbus dan hasratnya menemukan negeri rempah melalui jalur baru terus menggangunya.

Surat-surat Francisco Serrão yang ditujukan pada Magellan menggambarkan ‘Kepulauan Rempah-rempah’. Surat-surat ini membantu Magellan membujuk Raja Spanyol untuk membiayai pelayaran keliling dunianya. Serrão bertugas sebagai kapten salah satu dari tiga kapal, serta menjadi orang kedua dalam struktur komando di bawah António de Abreu yang dikirim dari Malaka oleh Afonso de Albuquerque pada tahun 1511 untuk mencari Kepulauan Rempah Banda di Maluku. Serrão adalah orang Eropa pertama yang tiba di Maluku dan menjadi orang kepercayaan Sultan Ternate. Situasi ini membuatnya memutuskan tetap tinggal di Ternate dan tidak kembali ke Malaka, tetapi ia tetap bersurat ke Malaka. Surat inilah yang menjadi referensi persetujuan Raja Spanyol membiayai ekspedisi Magellan.

Tunggu dulu. Bukankah Magellan itu Portugis, mengapa ia meminta Raja Spanyol untuk membiayai perjalanan keliling dunia? Bukankah kedua negara itu bersaing?

Ditolak Portugis, Diterima Spanyol

Keinginan menemukan negeri rempah menggelegak dalam diri Magellan, tapi masih disimpannya dan ragu untuk disampaikan pada Kerajaan Portugis. Pengalaman di Malaka hingga cidera dan tidak mendapatkan pengakuan jasa oleh Portugis membuat Magellan memupuk rencana diam-diam. Sejak muda rupanya ia kurang disukai oleh Raja Manuel I, Raja Portugis saat itu.

Setelah Malaka, ia tinggal selama satu tahun di Lisbon, mengenal ahli matematika dan kartografer Rui Faleiro dan mematangkan proyeknya. Tak urung, mereka berdua mencoba menawarkan gagasan mengarungi laut untuk mencapai negeri rempah kepada Manuel. Setelah beberapa kali mengajukan rencana ekspedisi ke Kepulauan Rempah-rempah kepada Raja Manuel dan terus mengalami penolakan, Magellan dan Faleiro akhirnya merasa kecewa. Mereka pun beralih mencari dukungan dari kerajaan Spanyol. Magellan menetap di Seville pada Oktober 1517, sementara Faleiro bergabung dengannya dua bulan kemudian.

Mereka percaya bahwa terdapat jalur laut menuju Samudra Pasifik di pesisir Brasil, sekitar lintang 40° selatan. Faleiro bahkan mengklaim bahwa pengetahuannya tentang navigasi dan astronomi akan membuktikan bahwa Kepulauan Rempah-rempah termasuk wilayah Spanyol berdasarkan Perjanjian Tordesillas.

Persetujuan kerajaan akhirnya diperoleh ketika Raja Charles dari Spanyol mengesahkan ekspedisi tersebut pada 22 Maret 1518. Dalam keputusan itu, Magellan dan Faleiro ditunjuk sebagai pemimpin bersama ekspedisi tersebut.

Faleiro gagal berangkat karena tekanan yang ia terima saat menyiapkan ekspedisi ini membuatnya seperti orang yang lupa ingatan. Raja Charles melarangnya berangkat.

Berhasil Keliling Dunia, Tapi….?

Pada tahun 1519, Magellan memimpin lima kapal: Trinidad, San Antonio, Concepción, Victoria, dan Santiago. meninggalkan pelabuhan Sevilla. Sejak awal, perjalanan ini dipenuhi ketegangan. Anak buahnya berasal dari berbagai bangsa dan tidak semuanya percaya pada pemimpin yang lahir sebagai orang Portugis. Pemberontakan pecah di tengah pelayaran, cuaca ekstrem menguji ketahanan armada, dan satu kapal bahkan hancur dihantam badai.

Setelah berbulan-bulan menyusuri pantai Amerika Selatan, Magellan akhirnya menemukan jalur laut sempit yang selama ini ia yakini ada. Jalur itu kemudian dikenal sebagai Selat Magelhaens, pintu menuju samudra yang sama sekali belum dipahami oleh orang Eropa. Di balik selat tersebut terbentang lautan luas yang tampak tenang, sehingga ia menamainya Samudra Pasifik. Namun ketenangan itu menipu, perjalanan melintasinya justru menjadi fase paling menyiksa.

Para awak kapal dilanda kelaparan dan penyakit. Persediaan makanan habis, air membusuk, dan banyak pelaut meninggal akibat skorbut. Berbulan-bulan mereka terombang-ambing tanpa melihat daratan, hingga akhirnya mencapai kepulauan di Asia Tenggara dan kemudian Filipina pada tahun 1521.

Di Filipina, Magellan tidak hanya bertindak sebagai pelaut, tetapi juga sebagai utusan kekuasaan dan agama. Ia menjalin hubungan dengan penguasa setempat dan berusaha menyebarkan agama Kristen. Namun, keterlibatannya dalam konflik lokal berujung tragis. Dalam pertempuran melawan pasukan Lapu-Lapu di Pulau Mactan, Magellan tewas, jauh dari tanah kelahirannya dan sebelum mencapai tujuan utamanya: Kepulauan Rempah di Maluku.

Penemuan Negeri Rempah

Pada November 1521, kapal Victoria akhirnya tiba di Tidore, salah satu pusat utama perdagangan rempah-rempah di Maluku. Kedatangan ini menandai keberhasilan besar ekspedisi Magelhaens, meskipun sang pemimpin tidak lagi hidup untuk menyaksikannya. Bagi Spanyol, Tidore adalah bukti nyata bahwa jalur barat menuju Kepulauan Rempah benar-benar dapat ditempuh.

Di Tidore, awak kapal Victoria disambut oleh Sultan Tidore, yang pada saat itu memiliki hubungan persaingan dengan Kesultanan Ternate. Kehadiran orang-orang Spanyol dimanfaatkan sebagai penyeimbang kekuatan Portugis yang telah lebih dahulu hadir di Maluku. Hubungan dagang pun terjalin, dan kapal Victoria berhasil memuat cengkih dalam jumlah besar.

Sebuah Pemahaman Baru tentang Bumi

Meski sang pemimpin gugur, perjalanan tidak berhenti. Sisa armada, yang dipimpin oleh Juan Sebastián Elcano, melanjutkan pelayaran melewati Samudra Hindia dan kembali ke Spanyol pada tahun 1522. Dari lima kapal, hanya satu, Victoria, yang berhasil pulang, dengan awak yang tersisa sangat sedikit. Elcano memutuskan membawa kapal tersebut kembali ke Spanyol melalui Samudra Hindia, menghindari jalur yang dikuasai Portugis sebisa mungkin.

Ketika Victoria akhirnya tiba kembali di Spanyol pada tahun 1522, kapal itu menjadi satu-satunya yang menyelesaikan pelayaran keliling dunia pertama dalam sejarah. Muatan rempah dari Tidore menjadi bukti keberhasilan ekspedisi, sekaligus menegaskan arti penting Kepulauan Maluku dalam peta dunia abad ke-16.

Map of Magellan. Source: Wikipedia

Perjalanan Magellan penuh kegagalan, pengkhianatan, penderitaan, dan pengorbanan. Ia sendiri tidak pernah mengelilingi dunia, namun ekspedisi yang ia rintis menjadi pelayaran keliling dunia pertama dalam sejarah manusia. Lika-liku hidupnya mencerminkan semangat Age of Discovery: penemuan dunia baru dan pencarian rempah. Setelah pemahaman baru ini, dunia rempah-rempah yang semula tertutup menjadi terbuka. Maka, mulailah wajah kolonialisme mengemuka dan menyeringai di belahan bumi Selatan.

Jadi, ekspedisi pertama kalinya manusia keliling dunia dipantik oleh pencarian rempah.***

Kalpatara
Kalpatara
Articles: 42