Dunia kemungkinan akan melewati target pemanasan global 1,5°C dalam 10 tahun ke depan. Namun, tindakan politik dan teknis yang jauh lebih ambisius masih dapat menahan pemanasan tambahan dan mengurangi efek paling merugikan dari perubahan iklim.
Kalpatara.id-Dunia kini kemungkinan besar akan melampaui batas pemanasan global 1,5°C yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris, menurut laporan terbaru dari United Nations Environment Programme (UNEP). Temuan ini disampaikan dalam Emissions Gap Report 2025, yang menunjukkan tren kenaikan suhu global yang berpotensi melebihi target paling ambisius dari kesepakatan iklim tersebut dalam dekade mendatang.
Menurut laporan UNEP, walaupun sudah lebih dari satu dekade sejak Perjanjian Paris disepakati pada 2015, emisi gas rumah kaca masih tetap tinggi, dengan emisi global naik lebih dari 2 persen pada 2024. Akibatnya, suhu rata-rata bumi berpeluang sementara melampaui 1,5°C di atas tingkat pra-industri dalam 10 tahun ke depan, meskipun fluktuasi tahunan tidak selalu menunjukkan tren jangka panjang
Direktur Divisi Perubahan Iklim UNEP, Martin Krause, menyebut temuan ini sebagai “wake up call” bahwa perubahan iklim terus berlangsung dan dampaknya bisa menjadi sangat serius tanpa tindakan segera dan signifikan dari semua negara.
Laporan UNEP juga memperkirakan bahwa jika semua komitmen nasional yang saat ini dilaksanakan sepenuhnya, kenaikan suhu dunia pada akhir abad ini diperkirakan mencapai 2,3–2,5°C — jauh di atas target 1,5°C, meskipun sedikit lebih baik dibanding perkiraan tahun sebelumnya. Tanpa tindakan lebih lanjut di luar komitmen tersebut, suhu bahkan bisa mencapai sekitar 2,8°C.
UNEP menegaskan bahwa untuk mendekati target 1,5°C, emisi global harus turun drastis — sekitar 55 persen — pada 2035, jauh lebih besar dari apa yang dijanjikan oleh kebijakan iklim saat ini. Penurunan sekitar 35 persen juga diperlukan untuk membatasi pemanasan di bawah 2°C.




