Resolusi 2026: Apa yang Perlu Diselamatkan? Manusia di Dalam Diri Kita

Sementara itu, alam terus mengingatkan manusia akan keterbatasannya. Banjir, kekeringan, dan perubahan musim seakan menjadi pesan berulang bahwa relasi manusia dan lingkungan telah lama timpang. Resolusi batin di 2026 bukan hanya soal memilah sampah atau mengurangi konsumsi, tetapi tentang merasa cukup. Menyadari bahwa tidak semua keinginan perlu dipenuhi, tidak semua ambisi harus dituruti.

Merasa cukup adalah langkah pertama menuju hidup yang lebih selaras.

Di tengah semua perubahan itu, ada satu hal yang sering terabaikan: kebersamaan. Ironisnya, di negeri yang menjunjung gotong royong, banyak orang merasa sendirian. Kita semakin sibuk, semakin terhubung, namun semakin jarang benar-benar mendengarkan satu sama lain.

Resolusi paling manusiawi di 2026 adalah hadir sepenuhnya: untuk keluarga, untuk sahabat, untuk diri sendiri. Bukan dengan nasihat, bukan dengan solusi instan, tetapi dengan kehadiran yang utuh.

Pada akhirnya, resolusi terpenting di tahun 2026 mungkin tidak pernah ditulis di daftar target. Ia hidup dalam cara kita memperlakukan diri sendiri, orang lain, dan dunia di sekitar kita. Resolusi untuk lebih jujur pada perasaan, lebih lembut pada kegagalan, dan lebih sadar pada kehidupan yang sedang dijalani.

Di tengah dunia yang terus berubah, barangkali resolusi paling penting bagi manusia adalah ini: menjadi utuh, bukan sekadar bertahan.***

Kalpatara
Kalpatara
Articles: 42