SUARKA
FOUNDATION
Tentang SUARKA
Sejak berdiri pada tahun 2017, organisasi kami berlandaskan komitmen terhadap keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya. Kami hadir sebagai ruang kolaboratif yang mendorong perubahan berkelanjutan melalui pendekatan lintas disiplin, dengan menempatkan seni, budaya, pengetahuan, dan kesadaran ekologis sebagai fondasi untuk membangun pemahaman, dialog, dan tanggung jawab kolektif demi kehidupan sosial dan lingkungan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Program Regenerasi Petani dan Agrikultur Berkelanjutan

Gerakan yang dinamis dengan lebih dari 30 orang petani muda bertekad untuk beralih pada praktek pertanian yang berkelanjutan. Inisiasi ini tidak hanya membina perubahan pola pikir dan budaya tani diantara para petani muda, namun membangkitkan kebanggaan dengan mengambil bagian dalam gerakan untuk ketahanan pangan di Indonesia. Dengan dukungan pemasaran hasil pertanian dan liputan dari TVRI Jawa Barat pada Maret 2022, program yang diinisiasi oleh Ketua Suarka Foundation, Patrick Werner, menerima pengakuan dan dipaparkan di hadapan Pemerintah Daerah Jawa Barat. Lebih lanjut, program ini menyediakan fasilitas konsultasi dan bantuan untuk petani muda dalam hal produksi sayuran, tanaman hias, ternak dan susu sapi yang bertujuan membangun komunitas mandiri diantara para petani muda.
Barunagri Farm
Sejak 2020, Barunagri Farm telah berkolaborasi dengan petani muda lokal melalui program pengembangan di berbagai sektor pertanian, termasuk sayuran, buah-buahan, tanaman kebun, dan ternak.
Event

Festival Seni 2017
Sebuah ekstravaganza yang berlangsung selama 3 bulan dengan menampilkan kreativitas dari 50 seniman, 500 karya seni dan keberagaman budaya. Dalam bentuk pertunjukan musik, pementasan teater, pemutaran film, lokakarya dan seminar serta pameran. Festival Seni 2017 menyediakan platform bagi seniman Indonesia untuk menampilkan karya-karya mereka tanpa dipungut biaya, membangun dukungan komunitas dan masyarakat dalam karya seni untuk tumbuh berkembangnya seni di Indonesia.

Uwuh Art 2019
Part of Bandung Design Biennale
Menampilkan potensi transformatif dari daur ulang sampah dalam bentuk karya seni yang bernilai. Pameran Uwuh Art berlangsung selama satu minggu dengan melibatkan 20 orang kolaborator dari pemerintah dan organisasi lingkungan untuk pemberdayaan masyarakat. Selain kegiatan diskusi dan seminar, pertunjukkan seni, pentas musik dan pasar kaget, event ini melibatkan anak usia 10 tahun ke bawah yang berasal dari 3 sekolah lokal yang mengikuti kegiatan pemutaran film tentang kesadaran mengenai masalah sampah dan lingkungan.

Hari Peduli Sampah Nasional 2020
Berlangsung selama 3 hari di Cimahi, menjadi pengingat memilukan Tragedi Longsor di TPA Leuwigajah tahun 2005. Bersama dengan sekitar 30 organisasi lingkungan, event ini meliputi lokakarya, pameran, pertunjukkan seni, pasar kaget, pentas musik dan forum diskusi yang menghasilkan penandatanganan komitmen bersama pejabat pemerintah dalam hal pengelolaan sampah. Bersama dengan Kick Andy Foundation mendukung sekolah-sekolah setempat, membina komitmen dari masyarakat untuk memiliki kesadaran terhadap lingkungan.
Pendidikan dan Kebudayaan

Penelitian dan Kajian Astronomi Tradisional 2022
Penelitian dan kajian untuk mengukuhkan astronomi tradisional di tengah perubahan iklim yang didasari pada pengetahuan ekologi sesuai dengan eko-sofi kearifan lokal.
Didukung oleh Program Dana Indonesia 2022.

Pameran Nusantara Ocean Week 2024
Bekerja sama dengan Suar Bahari Kultura, Bina Nusantara University dan Musem Loka Budaya Universitas Cendrawasih dengan dukungan Direktorat Jenderal Kebudayaan RI menyelenggarakan Pameran Kebudayaan Bahari Suku Byak di Bintaro XChange. Pameran diselenggarakan selama 7 hari dan dihadiri ribuan pengunjung.

Kelas Kebudayaan 2024
Memberikan kelas kebudayaan untuk pelajar SMP di Sekolah Murid Merdeka, yang meliputi topik mengenai “Astronomi Tradisional untuk Siswa” yang dihadiri oleh 400 orang siswa dari Jakarta, Bali, Yogyakarta dan Bogor, dan topik “Sejarah Peradaban Manusia dan Penemuan” yang dihadiri oleh 350 orang siswa.

Pembangunan Artefak Budaya 2024
Bersama dengan Gaharu Papua Mandiri menyusun konsep dan kegiatan pembangunan kembali perahu tradisional Suku Byak yang hampir punah. Pembangunan dilaksanakan di Kepulauan Raja Ampat dan berlangsung selama 6 bulan.









