Skala Waktu Geologi: Cara Manusia Membaca Sejarah Bumi

Ketika kita berbicara tentang sejarah manusia, ribuan tahun sudah terasa panjang. Namun dalam sejarah Bumi, ribuan tahun nyaris tidak berarti apa-apa. Untuk memahami masa lalu planet ini, para ilmuwan mengembangkan sebuah kerangka yang disebut Skala Waktu Geologi (Geological Time Scale).

Skala waktu geologi adalah upaya manusia untuk menata sejarah Bumi yang sangat panjang ke dalam satu sistem yang bisa dibaca, dipahami, dan dikaji. Skala ini bukan sekadar daftar nama zaman, melainkan peta konseptual tentang bagaimana planet ini berubah sejak terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu hingga hari ini.

Membaca Perubahan Bumi

Tidak seperti sejarah manusia yang ditulis melalui dokumen, prasasti, atau ingatan kolektif, sejarah Bumi tidak pernah dicatat dengan kata-kata. Namun bukan berarti Bumi tidak memiliki ingatan.

Bumi menyimpan sejarahnya melalui batuan, lapisan tanah, fosil, dan struktur geologis yang terbentuk selama miliaran tahun.

Kerak Bumi dapat dibaca sebagai arsip alam. Setiap lapisan batuan menyimpan jejak kondisi lingkungan pada masanya. Mulai dari iklim purba, aktivitas vulkanik, hingga bentuk kehidupan yang pernah menghuni planet ini.

Lapisan batuan tersusun secara berurutan. Umumnya, lapisan yang lebih tua berada di bagian bawah, sementara lapisan yang lebih muda menindihnya. Prinsip sederhana ini menjadi dasar bagi manusia untuk membaca urutan peristiwa dalam sejarah geologi.

Di dalam lapisan-lapisan tersebut, fosil dan mineral menyimpan petunjuk tentang perubahan iklim jangka panjang, kemunculan dan kepunahan makhluk hidup, pergeseran benua, hingga peristiwa besar seperti tumbukan asteroid dan letusan gunung api berskala global.

Di dalam lapisan-lapisan tersebut ditemukan fosil, sisa-sisa makhluk hidup yang pernah menghuni Bumi. Fosil tertentu hanya muncul pada lapisan tertentu dan menghilang pada lapisan di atasnya. Dari pola inilah muncul kesadaran bahwa kehidupan di Bumi tidak statis.

Namun, semua jejak itu tidak serta-merta membentuk sebuah cerita. Tanpa kerangka waktu yang jelas, batuan dan fosil hanyalah potongan-potongan informasi yang terpisah. Satu lapisan mungkin menunjukkan lingkungan laut purba, sementara lapisan lain menandakan daratan kering. Disinilah Bumi ditelusuri dalam urutan waktu yang terstruktur.

Skala waktu geologi lahir sebagai upaya untuk menyusun jejak-jejak fisik tersebut ke dalam urutan yang masuk akal. Bukan sekadar pembagian waktu, melainkan alat untuk memahami perubahan planet secara menyeluruh.

Urutan Waktu Geologi Bumi

Dengan skala waktu geologi, para ilmuwan dapat menempatkan setiap lapisan batuan dan setiap fosil pada posisinya dalam sejarah Bumi, sehingga peristiwa yang terjadi jutaan hingga miliaran tahun lalu dapat dibaca sebagai rangkaian sebab dan akibat.

Melalui pendekatan ini, sejarah Bumi tidak lagi tampak sebagai kumpulan peristiwa acak, melainkan sebagai proses panjang yang terus membentuk planet yang kita huni hari ini. Skala waktu geologi membantu manusia memahami bahwa perubahan besar di Bumi sering kali terjadi perlahan, yang berlangsung dalam rentang waktu yang sangat panjang.

Skala ini terbagi secara hierarkis menjadi:

  • Eon (satuan waktu terbesar),
  • Era,
  • Periode,
  • dan Kala atau Epok.

Setiap batas dalam skala waktu geologi menandai perubahan penting, seperti kemunculan bentuk kehidupan baru, kepunahan massal, atau perubahan lingkungan global

Penting untuk dipahami bahwa skala waktu geologi bukan kalender. Panjang setiap eon, era, atau periode tidak sama. Pembagiannya tidak ditentukan oleh hitungan tahun, melainkan oleh peristiwa alam yang signifikan.

Sebagai contoh, satu eon bisa berlangsung miliaran tahun, sementara satu periode bisa jauh lebih singkat.

Hal ini menunjukkan bahwa perubahan Bumi tidak berlangsung dengan kecepatan yang konstan. Ada masa yang relatif stabil, dan ada masa perubahan besar yang terjadi dalam rentang waktu geologi yang lebih singkat.

Peran Radiometrik Menentukan Usia Bumi

Selama bertahun-tahun, skala waktu geologi hanya mampu menjelaskan urutan peristiwa, bukan usia sebenarnya. Para ilmuwan dapat menentukan mana batuan yang lebih tua dan mana yang lebih muda, tetapi belum mampu menjawab pertanyaan paling mendasar: berapa lama semua itu terjadi? Sejarah Bumi telah tersusun, tetapi tanpa angka yang konkret.

Perubahan besar terjadi ketika ilmu fisika bertemu dengan geologi. Penemuan tentang peluruhan radioaktif membuka cara baru untuk membaca usia batuan. Unsur-unsur tertentu di alam ternyata tidak stabil. Seiring waktu, mereka meluruh menjadi unsur lain dengan laju yang tetap dan dapat diukur. Proses inilah yang menjadi dasar penanggalan radiometrik.

Dengan mengukur perbandingan antara unsur induk dan unsur hasil peluruhan, para ilmuwan dapat menghitung berapa lama proses tersebut telah berlangsung. Metode ini memungkinkan penentuan usia dengan tingkat ketelitian yang sebelumnya tidak pernah dicapai dalam studi sejarah Bumi.

Melalui metode ini, diketahui bahwa Bumi terbentuk sekitar 4,54 hingga 4,6 miliar tahun lalu, sementara kehidupan kompleks baru muncul jauh setelahnya. Manusia modern sendiri hanya hadir pada bagian paling akhir dari rentang waktu tersebut.

Batas antara eon, era, dan periode tidak lagi hanya ditentukan oleh perubahan fosil, tetapi juga diperkuat oleh penentuan usia batuan secara radiometrik. Dengan demikian, skala waktu geologi menjadi kerangka ilmiah yang dapat diperbandingkan secara global.

Meski telah memiliki angka, waktu geologi tetap sulit dipahami secara intuitif. Jutaan dan miliaran tahun berada jauh di luar pengalaman manusia. Untuk membantu pemahaman, sering digunakan analogi bahwa jika usia Bumi disederhanakan menjadi satu tahun, maka manusia modern baru muncul beberapa menit sebelum tengah malam pada 31 Desember.

Analogi ini menegaskan satu hal penting: sejarah manusia hanyalah bagian kecil dari sejarah Bumi. Planet ini telah mengalami perubahan besar jauh sebelum manusia hadir, dan akan terus berubah setelahnya.

Membaca Sejarah yang Lebih Tua dari Kita

Skala waktu geologi memberi manusia cara untuk menempatkan dirinya dalam konteks yang lebih luas. Ia membantu memahami perubahan iklim jangka panjang, evolusi kehidupan, dan dinamika planet yang membentuk lingkungan tempat peradaban berkembang.

Lebih dari itu, skala waktu geologi menunjukkan bahwa perubahan besar di Bumi sering kali berawal dari proses yang tampak sederhana, pengendapan sedimen, peluruhan unsur, atau pergeseran lempeng yang nyaris tak terasa. Dalam rentang waktu yang panjang, proses-proses kecil inilah yang mengubah dunia.

Pada episode-episode berikutnya, kita akan membedah hierarki skala waktu, mulai dari eon hingga epok.

Bacaan Lebih Lanjut:

Dalrymple, G. B. (2001). The Age of the Earth. Stanford University Press.

Gradstein, F. M., Ogg, J. G., Schmitz, M. D., & Ogg, G. M. (2020). Geologic Time Scale 2020. Elsevier.

Lyell, C. (1830). Principles of Geology. John Murray.

Encyclopaedia Britannica – Geologic Time Scale
https://www.britannica.com/science/geologic-time

Kalpatara
Kalpatara
Articles: 42