Prasasti Katiden II: Pelajaran Tata Kelola Lingkungan Era Majapahit

Manuskrip Nusantara

Prasasti Katiden II ditemukan di Malang. Berisi perintah Raja Wikramawarddhana untuk menjaga alam dan sekaligus memberikan tata cara manajemen lingkungan secara gotong royong.

Prasasti Katiden II, ada yang menyebutnya Prasasti Lumpang. Muhamad Yamin pernah menerjemahkan prasasti ini ada dalam catatan bukunya Tatanegara Madjapahit Parwa II (1962) menyebutnya juga dengan nama Prasasti Malang. Meskipun memiliki beberapa nama, tidak menghilangkan pelajaran penting dari teks di prasasti ini.

Menurut penanggalan, Prasasti Katiden II dikeluarkan pada bulan pertama atau bulan Srawana tahun 1317 Saka (menurut perhitungan L. Ch. Damais jatuh antara tanggal 17 Juli sampai 15 Agustus 1395 M).

Berikut adalah isi teks prasasti yang dikutip Kalpatara dari buku Peranan Sultan dan Raja dalam Sejarah Konservasi Alam di Indonesia.

  • Terdapat satuan tata negara parasama yang meliputi 11 desa.
  • Upaya pencegahan kebakaran hutan dilakukan secara bersama-sama dengan masyarakat sekitar atau terdekat.
  • Larangan pada gangguan keanekaragaman hayati
  • Bagi mereka yang diberi tugas menjaga hutan, dibebaskan dari pajak dan diberi keluasan untuk melakukan olah hutan dan telur penyu. Khusus hanya penduduk Katiden.
  • Hal yang terakhir mengingatkan tentang Wilayah Adat. Hingga saat ini, ribuan wilayah adat masih belum diakui oleh pemerintah. Para komunitas adat yang tersisa dan hidup di sekitar hutan beberapa diantaranya masih menghadapi tekanan pembangunan yang semakin mempersempit ruang hidup mereka.

Keputusan Wikramawardhana dalam prasasti ini memperlihatkan kebijakan lingkungan yang tetap memperhatikan dampak sosial. Larangan diberlakukan untuk menjaga kelangsungan sumber air dan keanekaragaman hayati, namun juga memberikan solusi tata kelola lingkungan.

Prasasti ini konon pernah benda koleksi Museum Malang, museum yang kini menjadi Hotel Trio di Celaket Straat Kota Malang ini bubar sekitar tahun 1947, ketika Perang Kemerdekaan/Agresi Militer Belanda II melanda Malang, yang menjadi musabab bagi raibnya sebagian besar benda-benda koleksinya, diantaranya prasasti Katiden ini.***

Kalpatara
Kalpatara
Articles: 42