Mitos, Cara Manusia Memahami Realitas

Mitos dan Rasionalitas

Animal Symbolicum, demikian Ernst Cassire menyebut manusia. Manusia adalah makhluk simbol dan mitos adalah simbol paling awal. Cassirer berpendapat bahwa manusia tidak pernah berhubungan dengan realitas secara langsung. Segala pengalaman manusia selalu dimediasi oleh simbol. Bahasa, seni, agama, sains, dan mitologi adalah cara-cara manusia menata dan memahami realitas melalui sistem simbolik yang berbeda.

Yang menarik dari pandangan Cassire adalah mitos tidak dalam posisi berlawanan dengan rasio. Mitos tidak berhadapan dengan rasio karena memiliki cara berpikir simbolik sehingga memiliki logikanya sendiri. Mitos tidak ditempatkan sebagai tahap pra rasional yang harus ditinggalkan. Dengan logika mitos, manusia mengekspresikan pengalaman dasar tentang kehidupan, alam dan yang sakral dalam bentuk cerita dan simbol yang bermakna.

Bagi Cassire, perkembangan budaya bukan sebuah garis linier dari mitos menuju rasional. Mitos memegang makna-makna simbolik yang semestinya memberikan nilai bagi pemikiran rasional. Keduanya bukan saling berlawanan melainkan dapat berdampingan. Perkembangan bahasa yang verbal dan tertulis tidak menggantikan posisi mitos dalam bentuk ujaran. Seperti juga sains tidak menggantikan seni. Rasionalitas juga tidak semestinya menggantikan cara berpikir simbolik mitos.

Secara lebih luas, mitos dapat dipandang sebagai sebagai cara manusia untuk bisa memahami realitas di sekitarnya, meskipun dalam bentuk yang berubah. Mitos bukan sisa masa lalu yang usang. Mitos tetap bekerja melalui simbol, ritus dan narasi yang memberi makna.

Dalam dunia yang semakin kompleks dan terfragmentasi, mitos justru mengingatkan kita bahwa manusia tidak hidup hanya dari fakta dan data, tetapi juga dari cerita, simbol, dan makna bersama. Mitos tetap dapat hadir untuk itu, bersama dengan dinamika kehidupan.***

Lisa Febriyanti
Lisa Febriyanti
Articles: 3