Bayangkan sebuah rekening tabungan. Selama setahun Anda hanya boleh membelanjakan bunga yang dihasilkan tabungan tersebut. Namun, karena pengeluaran terlalu besar, tabungan pokok ikut terpakai. Tahun berikutnya, tabungan makin menipis.
Begitulah analogi kondisi Bumi saat ini.
Setiap tahun, ada satu tanggal ketika manusia telah menghabiskan seluruh sumber daya alam yang mampu dipulihkan Bumi selama setahun. Sejak saat itu, kita hidup dengan menguras “modal alam” yang seharusnya menjadi bekal bagi masa depan.
Fenomena yang dikenal sebagai Earth Overshoot Day itu memunculkan pertanyaan yang telah lama diperdebatkan para ilmuwan: sebenarnya berapa banyak manusia yang dapat ditopang Bumi secara berkelanjutan?
Menurut perhitungan Global Footprint Network, umat manusia saat ini menggunakan sumber daya hayati sekitar 1,7 kali lebih cepat daripada kemampuan Bumi untuk meregenerasinya. Dengan tingkat konsumsi seperti sekarang, manusia hidup seolah-olah memiliki 1,7 planet Bumi untuk memenuhi kebutuhannya.
Bumi untuk 3 Miliar Manusia
Salah satu jawaban paling kontroversial datang dari ahli geografi Christopher Tucker. Dalam buku A Planet of 3 Billion (2019), Tucker berpendapat bahwa daya dukung ekologis Bumi (carrying capacity) hanya mampu menopang sekitar tiga miliar manusia dengan standar kehidupan modern.
Menurutnya, selama sekitar satu abad terakhir, peradaban manusia telah mengakumulasi “utang ekologis” akibat mengonsumsi sumber daya alam lebih cepat daripada kemampuan Bumi memulihkannya. Jika pola tersebut terus berlanjut, tekanan terhadap sistem pendukung kehidupan di planet ini akan semakin besar.
Tucker menyadari bahwa kesimpulannya akan menuai kontroversi. Dalam pengantar bukunya, ia menyebut estimasi tersebut sebagai klaim yang berani (an audacious claim). Karena itu, alih-alih meminta pembaca menerimanya begitu saja, ia justru mengajak para ilmuwan dan masyarakat untuk menguji sendiri perhitungannya. Menurutnya, pertanyaan tentang berapa banyak manusia yang dapat ditopang Bumi merupakan perdebatan ilmiah yang harus didasarkan pada data, bukan keyakinan.
Fakta Populasi Bumi


Bumi Dihuni 8,3 Miliar Manusia
Populasi dunia telah melampaui 8 miliar jiwa sejak November 2022.


Masih akan Bertambah
PBB memperkirakan populasi global masih akan bertambah dalam beberapa dekade ke depan sebelum mencapai puncaknya pada paruh kedua abad ke-21.


Laju Melambat
Meski jumlah penduduk terus meningkat, laju pertumbuhan populasi global sebenarnya terus melambat karena angka kelahiran menurun di banyak negara.
Infographic by Kalpatara.id
Gagasan itu kemudian ia uraikan kembali dalam artikel ilmiah berjudul We Know How Many People the Earth Can Support yang diterbitkan dalam Journal of Population and Sustainability.
Carrying Capacity
Untuk memahami kesimpulan Tucker, pembaca perlu mengenal konsep carrying capacity atau daya dukung lingkungan.
Dalam ilmu ekologi, carrying capacity adalah jumlah maksimum individu yang dapat didukung suatu lingkungan dalam jangka panjang tanpa mengurangi kemampuan lingkungan tersebut untuk terus menyediakan sumber daya bagi generasi berikutnya.
Konsep ini dapat dijelaskan melalui contoh sederhana. Sebuah pulau hanya mampu menyediakan makanan bagi sejumlah rusa. Selama populasi rusa masih berada dalam batas daya dukung pulau itu, keseimbangan alam tetap terjaga. Namun jika jumlah rusa terus bertambah, makanan akan menipis, habitat rusak, dan pada akhirnya populasi rusa sendiri akan menurun.

Prinsip yang sama berlaku bagi manusia. Bedanya, kebutuhan manusia jauh lebih kompleks. Selain pangan dan air, manusia membutuhkan energi, bahan baku industri, lahan pertanian, transportasi, perumahan, hingga ruang bagi hutan dan ekosistem lain agar tetap berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan.
Karena itu, menghitung daya dukung Bumi bukan sekadar menghitung berapa banyak makanan yang dapat diproduksi. Pertanyaan yang lebih penting adalah: berapa banyak manusia yang dapat hidup layak tanpa terus menguras kemampuan alam untuk memperbarui dirinya?
Mengapa 3 Miliar?
Dalam A Planet of 3 Billion, Tucker tidak berusaha mencari jumlah maksimum manusia yang bisa bertahan hidup di Bumi. Yang ia cari adalah jumlah penduduk yang memungkinkan peradaban modern tetap berlangsung tanpa terus melampaui daya dukung ekologis planet.
Tucker berangkat dari kenyataan bahwa manusia saat ini mengonsumsi sumber daya alam lebih cepat daripada kemampuan Bumi untuk memulihkannya. Menurut Tucker, kondisi tersebut menunjukkan bahwa peradaban modern sedang hidup melampaui batas ekologis planet.
Berdasarkan analisis terhadap berbagai indikator lingkungan dan daya dukung, Tucker memperkirakan bahwa populasi sekitar tiga miliar orang merupakan batas yang masih memungkinkan manusia menikmati standar hidup modern tanpa terus menggerus modal alam yang menopang kehidupan.
Angka itu bukan berarti Bumi secara fisik hanya mampu menampung tiga miliar manusia. Dengan teknologi dan intensifikasi pertanian, manusia mungkin dapat mempertahankan populasi yang jauh lebih besar. Namun, menurut Tucker, hal itu harus dibayar dengan meningkatnya tekanan terhadap hutan, tanah, air, iklim, dan keanekaragaman hayati. Dengan kata lain, yang dihitung Tucker bukanlah kapasitas maksimum, melainkan kapasitas yang berkelanjutan.
Pendapat Ilmuwan Lain
Pandangan Tucker hanyalah salah satu dari banyak estimasi mengenai daya dukung Bumi.
Ahli matematika dan demografi Joel E. Cohen, misalnya, dalam bukunya How Many People Can the Earth Support? menunjukkan bahwa berbagai penelitian menghasilkan perkiraan yang sangat beragam. Ada yang menyebut kurang dari satu miliar orang, sementara yang lain memperkirakan puluhan bahkan ratusan miliar manusia, bergantung pada asumsi yang digunakan.
Perbedaan itu muncul karena setiap penelitian menjawab pertanyaan yang berbeda.
Sebagian menghitung jumlah maksimum manusia yang dapat diberi makan. Sebagian lain menghitung jumlah penduduk yang dapat menikmati kualitas hidup tinggi. Ada pula yang berasumsi teknologi akan terus meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Karena itu, tidak ada angka yang secara universal dapat disebut sebagai jumlah ideal penduduk Bumi.
Populasi Bukan Satu-satunya Masalah
Terlepas dari perdebatan mengenai angkanya, penelitian Tucker mengingatkan bahwa pembahasan tentang masa depan Bumi tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi atau perubahan iklim.
Ada pertanyaan yang lebih mendasar: apakah jumlah manusia beserta pola hidupnya masih berada dalam batas kemampuan planet untuk menopangnya?
Jawaban Tucker mungkin tidak akan disetujui semua ilmuwan. Namun, gagasannya mengajak kita melihat bahwa persoalan populasi bukan sekadar menghitung berapa banyak manusia yang hidup di Bumi, melainkan bagaimana manusia dapat hidup dengan tetap memberi ruang bagi alam untuk terus memperbarui dirinya.
Itulah sebabnya, bagi Tucker, pertanyaan tentang jumlah ideal penduduk Bumi bukanlah persoalan demografi semata, melainkan juga persoalan keberlanjutan peradaban manusia.***
Eksplorasi konten lain dari
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




