Wana Krti
Wana Krti adalah laku memuliakan hutan. Hutan dalam kosmologi Bali tidak semata kumpulan pepohonan, melainkan ruang hidup tempat berlangsungnya keseimbangan antara air, tanah, udara, dan makhluk hidup.
Dalam perspektif Sad Krti, hutan adalah penyangga kehidupan. Ia menyimpan air, menahan erosi, mengatur iklim mikro, serta menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati. Kerusakan hutan berarti memutus salah satu simpul penting hubungan manusia dengan alam.
Aplikasi Wana Krti dalam kehidupan sehari-hari antara lain diwujudkan melalui penghormatan terhadap sumber daya hutan, tidak berlebihan dalam konsumsi kayu dan produk turunannya, serta mendukung upaya pelestarian hutan adat dan hutan alam. Mengurangi jejak deforestasi melalui pilihan konsumsi yang sadar menjadi bagian dari laku ini.
Dalam konteks spiritual, menjaga hutan berarti menjaga ruang sunyi tempat alam berdoa dengan caranya sendiri. Ketika hutan rusak, bukan hanya ekosistem yang hilang, tetapi juga keselarasan batin manusia yang ikut terganggu.
Hari ini, hutan dunia terus menyusut. Amazon, hutan hujan tropis Asia Tenggara, hingga hutan adat di berbagai belahan dunia ditekan oleh ekstraksi sumber daya dan ekspansi industri.
Padahal, hutan bukan hanya paru-paru dunia, tetapi juga ruang spiritual dan sosial bagi banyak komunitas adat. Dalam perspektif Wana Krti, hilangnya hutan berarti hilangnya penyangga kehidupan dan memutus hubungan manusia dengan sumber kebijaksanaan alam.
Melaksanakan Wana Krti hari ini berarti berdiri bersama penjaga hutan, mendukung kedaulatan masyarakat adat, dan menolak pembangunan yang mengorbankan ekosistem demi keuntungan jangka pendek.
Danu Krti
Danu Krti adalah laku memuliakan danau, mata air, sungai, dan seluruh sumber air tawar. Air adalah medium kehidupan; ia mengalirkan daya hidup dari gunung hingga laut.
Dalam tradisi Bali, danau dan sumber air dipandang sebagai kawasan suci. Sistem subak—yang diakui sebagai warisan dunia, lahir dari kesadaran kolektif bahwa air harus dikelola dengan adil, arif, dan penuh tanggung jawab.
Aplikasi Danu Krti dalam kehidupan sehari-hari dapat dimulai dari menghormati air sebagai sumber kehidupan, bukan sekadar komoditas. Menghemat penggunaan air, menjaga sungai dari limbah rumah tangga, tidak mencemari sumber air dengan bahan kimia dan plastik, merupakan wujud konkret dari laku ini.
Krisis air bersih, pencemaran sungai, dan menyusutnya danau di berbagai wilayah menunjukkan bahwa Danu Krti kian terabaikan. Padahal, tanpa air yang lestari, kehidupan sosial, ekonomi, dan spiritual manusia tidak mungkin berlanjut.
Lebih dari dua miliar manusia di dunia kini hidup tanpa akses air bersih yang aman. Sungai-sungai besar tercemar, danau menyusut, dan air tanah dieksploitasi tanpa jeda.
Danu Krti mengingatkan bahwa air adalah hak kehidupan, bukan komoditas. Ketika air diprivatisasi, dicemari, dan dikuras tanpa kendali, maka ketidakadilan ekologis pun lahir.
Menjaga air hari ini berarti menjaga masa depan generasi mendatang.




