Jagat Krti
Jagat Krti adalah laku menjaga keharmonisan seluruh jagat raya sebagai satu kesatuan utuh. Laku ini melampaui batas ruang dan spesies, karena memandang semua unsur kehidupan saling terhubung.
Dalam Jagat Krti, manusia tidak ditempatkan sebagai penguasa alam, melainkan bagian dari jejaring kosmik. Setiap tindakan manusia sekecil apa pun memiliki konsekuensi ekologis yang memengaruhi keseluruhan jagat.
Aplikasi Jagat Krti tercermin dalam gaya hidup yang sadar iklim, pengurangan emisi karbon, transisi energi bersih, serta keberpihakan pada praktik pembangunan yang tidak merusak daya dukung bumi. Kesadaran ini juga menuntut perubahan cara pandang: dari eksploitasi menuju perawatan.
Jagat Krti mengingatkan bahwa krisis iklim, kepunahan spesies, dan bencana ekologis bukanlah peristiwa terpisah, melainkan tanda bahwa hubungan manusia dengan jagat raya sedang berada dalam ketidakseimbangan serius.
Krisis iklim adalah manifestasi paling nyata dari dilupakannya Jagat Krti. Suhu bumi meningkat, cuaca ekstrem semakin sering, dan ekosistem kehilangan kemampuan beradaptasi.
Memulihkan Jagat Krti berarti mengubah cara kita memproduksi energi, membangun kota, dan mengukur kemajuan.
Jana Krti
Jana Krti adalah laku memuliakan manusia dan kehidupan sosialnya. Alam tidak bisa lestari tanpa manusia yang beradab, dan manusia tidak akan beradab tanpa hubungan yang sehat dengan alam.
Dalam Jana Krti, nilai Asih dan Punia menemukan manifestasinya dalam relasi antar manusia: keadilan sosial, empati, gotong royong, dan solidaritas lintas generasi. Ketimpangan sosial, kemiskinan ekologis, dan marginalisasi komunitas adat adalah tanda Jana Krti yang tercederai.
Aplikasi Jana Krti dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui keberpihakan pada kelompok rentan, dukungan terhadap komunitas penjaga alam, serta membangun kesadaran kolektif bahwa krisis lingkungan selalu berdampak paling besar pada mereka yang paling sedikit berkontribusi terhadap kerusakan.
Jana Krti menegaskan bahwa menjaga alam bukan sekadar agenda ekologis, melainkan juga tanggung jawab etis dan sosial.
Krisis lingkungan selalu berdampak paling berat pada mereka yang paling sedikit merusak alam: masyarakat adat, petani kecil, nelayan tradisional, dan generasi muda.
Jana Krti mengajarkan bahwa keadilan sosial dan keadilan ekologis adalah satu kesatuan. Tidak ada kelestarian tanpa keadilan, dan tidak ada keadilan tanpa penghormatan terhadap alam.
Menyulam Kembali Sad Krti di Zaman Krisis
Sad Krti bukan ajaran yang terperangkap di masa lalu. Ia justru relevan di tengah krisis ekologis global hari ini. Enam laku ini mengajarkan bahwa keberlanjutan tidak lahir dari teknologi semata, tetapi dari kesadaran batin, sikap hidup, dan laku sehari-hari.
Ketika Atma Krti menjaga kemurnian batin, Samudera Krti melindungi laut, Wana Krti memelihara hutan, Danu Krti menjaga air, Jagat Krti merawat bumi, dan Jana Krti memuliakan sesama manusia, di sanalah Bhakti menemukan bentuknya yang paling nyata.
Sad Krti adalah pengingat bahwa pelestarian alam bukan pilihan tambahan, melainkan jalan hidup yang berakar pada kearifan lokal dan tanggung jawab spiritual manusia terhadap semesta.***




