Bangga jadi Bangsa Tempe

Indonesia, Produsen Tempe Terbesar

Hari ini, Indonesia adalah produsen tempe terbesar di dunia, jauh melampaui negara mana pun. Diperkirakan lebih dari 80 persen produksi tempe global berasal dari Indonesia. Terdapat ratusan ribu unit usaha tempe, sebagian besar berskala mikro dan kecil, yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Industri ini menyerap jutaan tenaga kerja dan menjadi tulang punggung ekonomi pangan rakyat. Konsumsi tempe per kapita Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia untuk produk fermentasi kedelai.

Rumah Tempe Indonesia berdiri pada 2012 melakukan produksi, penelitian, dan distribusi tempe ke pasar global. Berlokasi di Bogor, Jawa Barat, berhasil mengekspor tempe ke berbagai negara, sekaligus memperkenalkan makanan warisan Indonesia ke pasar internasional.

Kelurahan Padangsari Banyumanik, Kota Semarang memiliki kampung tematik Perajin Tempe. Kampung perajin tempe yang berada di RT 03 RW 03 Kelurahan Padangsari tepatnya JL. Cemara Timur I mulai didirikan dengan nama Kampung Pengrajin Tempe pada tahun 2017. Dinamakan kampung perajin tempe dikarenakan sebagian penduduknya berwirausaha sebagai perajin tempe.

Kota Malang, salah satu penghasil tempe populer di Indonesia. Kota ini juga dikenal sebagai salah satu pusat tempe berkualitas dengan melahirkan sentra khusus industri tempe dan keripik tempe yang terpusat di Kampung Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing. Kawasan ini telah lama menjadi rujukan bagi produksi tempe skala rumah tangga hingga industri kecil. Besarnya skala produksi Kampung Sanan tercermin dari data tahun 2023, ketika kawasan ini mampu menghasilkan hingga 30 ton tempe setiap hari.

Di Jakarta, Kampung Kalideres, Kampung perajin tempe dan tahu terletak di Jalan Permukiman Industri Kecil Swakerta, Semanan atau lebih dikenal dengan sebutan Perkampungan Industri Kecil Koperasi Produksi Tahu Tempe Indonesia (PIK KOPTI). Perkampungan ini diisi oleh para perajin tahu dan tempe yang sudah ada sejak 1992. Data di tahun 2018 PIK KOPTI memiliki jumlah anggota 735 orang dan calon anggota 682 orang. Sedangkan jumlah perajin mencapai 1.173 pengrajin, dengan total 2.315 pekerja. Total keseluruhan kedelai yang
dibutuhkan per harinya mencapai 61.910 kg.

Desa Sentono, Klaten, Jawa Tengah merintis industri tempe berbasis komunal sejak 1980an. Hingga kini, Desa Sentono resmi menjadi sentra produksi tempe terbesar di Klaten dengan 50+ UMKM aktif dan sertifikasi halal. Industri tempe di Desa Sentono tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Menurut hasil observasi Tim PPKO HMP PTI UMS, jika ditafsir jumlah produksi tempe dari para produsen di Desa Sentono mencapai lebih dari 5 ton per hari.

Desa Rejosari Tulungagung, dengan skala produksi rumahan tak ketinggalan ikut menyumbangkan ketersediaan tempe untuk daerah sekitar. Setiap hari, produksi tempe dari usaha ini mencapai rata-rata 125 Kg. Sedangkan omset yang diterima sebesar 1,5 Juta Rupiah per hari. Penjualan produk tempe tersebut dilakukan 2 kali sehari, pagi hari dan sore hari. Pemasaran terbatas di wilayah Kabupaten Tulungagung dan beberapa pasar di sekitar Kecamatan Gondang.

Kalpatara
Kalpatara
Articles: 42